Kartini di Era Milenial

0
543

MediaKALLA.co.id – Betapa menyenangkannya menjadi perempuan Indonesia di era kekinian. Bisa melakukan aktifitas apa saja, bersekolah hingga kuliah, bercita-cita sesuai keinginannya. Kebebasan seperti ini tak bisa dinikmati oleh perempuan-perempuan zaman penjajahan Belanda dulu. Hak kebebasan bagi perempuan di negeri ini tidak hadir dengan mudahnya, ada perjuangan dan pejuang di balik itu semua. Salah satu pejuang yang paling menonjol dan masih dikenang sampai saat ini adalah Raden Ajeng Kartini.

Yah, RA Kartini, dinobatkan sebagai pahlawan emansipasi perempuan. Lahir di Jepara, 21 April 1823, Kartini mulai memperjuangkan hak-hak perempuan sejak kecil. Meski harus dipingit sejak usia 12 tahun, namun hal itu bukanlah hambatan baginya untuk terus berjuang. Dipingit kurang lebih empat tahun dimanfaatkannya untuk terus belajar dan berkorespondensi dengan beberapa temannya di Belanda. Surat-suratnya berisi pandangannya dan realita perempuan Indonesia pada masa kolonial yang harus dikekang kebebasannya, sementara temannya memberikan pandangan bagaimana perempuan Eropa menikmati kebebasan dan mengambil peran penting dalam berbagai aktifitas

Pasca menikah, semangat suami K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat untuk mewujudkan cita-citanya terkait emansipasi atau persamaan hak perempuan kembali terus bergelora. Ia mendirikan beberapa sekolah khusus untuk perempuan. Di sekolah ini Kartini mengajarkan dan mendidik perempuan-perempuan agar mampu berdikari. Perjuangan ini berbuah manis dan bisa dinikmati perempuan masa kini. Kegigihan RA. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan merupakan tonggak awal bagi terciptanya egalitarian dan persamaan antara laki-laki dan perempuan.

Dewasa ini, di era Milenial sosok seperti Kartini masih bisa kita jumpai. Mereka meneruskan perjuangan Kartini baik secara pribadi, gologan maupun melalui organisasi. Mereka mengupayakan perempuan-perempuan bebas seutuhnya dari perbudakan, kekerasan rumah tangga, pelecehan, keterbatasan akses pendidikan dan kerja. Tak terbatas hanya dalam memperjuangkan hak perempuan, Kartini-kartini masa kini juga dinobatkan kepada mereka yang menjadi tauladan bagi perempuan lainnya. Sebut saja misalnya Ibu Sri Mulyani yang kini menjabat Menteri Keuangan RI, Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Megawati Sukarno Putri (Presiden kelima RI) dan lain sebagainya. Mereka adalah sosok perempuan yang sukses menjadi pemimpin dan menjadi role model bagi perempuan Indonesia lainnya.

Kini spirit Kartini pun senatiasa bergelora dalam diri perempuan. Maka tak mengherankan ada perempuan yang karirnya melejit melebihi kaum pria. Hal inilah yang membanggakan kaum hawa yang sejak dulu telah diperjuangkan Kartini.

Haryani salah seorang karyawati PT Haka Sarana Investama berpendapat bahwa jaman ini, setelah kesamaan gender diakui, perempuan harus membuktikan kemampuannya. Perempuan harus menjadi sosok yang multi tasking, “Mengapa? karena tugas seorang perempuan itu banyak sekali, mulai dari menjaga keharmonisan rumah tangga, membimbing dan membesarkan anak-anak hingga menuntaskan tugas kantor dengan baik,” urainya.

Namun, lanjut Haryani, yang perlu ditekankan dan diingat akan kodrat perempuan itu diciptakan. Perempuan itu pelayan bagi suami dan keluarganya. “Jadi, jangan sampai terfokus mengejar karir sehingga melupakan kodrat tersebut,” tekannya.

Andi Diah Annisa, karyawati PT Bumi Karsa mengatakan bahwa sudah tidak subtansial lagi membicarakan soal persamaan hak perempuan dan pria saat ini. Hal ini karena hampir semua profesi yang dilakoni pria sudah bisa dipegang dan dijalankan perempuan. “Contohnya Ibu Fatimah Kalla, bisa menjadi Presiden Direktur Kalla Group itu karena kemampuan beliau. Intinya, perempuan harus mampu mandiri dan menciptakan karya,” terangnya.

Lain halnya dengan Amanda, karyawati PT Bumi Sarana Utama merujar bahwa wujud dari emasipasi itu adaah ketika perempuan tidak pasrah dan menggantungkan hidupnya kepada siapapun, dalam artian sudah bisa mandiri atau tidak merepotkan orang lain. “Makanya kita sebagai perempuan perlu banyak-banyak belajar dan memetik hikmah dari sosok Kartini,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.