Job Organizing

0
636

MediaKALLA.com – Organisasi bukanlah semata-mata wadah, tetapi lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Untuk itu dibutuhkan kesungguhan dan keseriusan mengorganisasikan suatu kegiatan. Dalam sebuah organisasi, ada jabatan-jabatan yang terkait dengan kekuasaan. Kekuasaan adalah sebuah amanah yang merupakan peluang yang diberikan oleh Allah SWT untuk berbuat dan beramal kebajikan.

Amanah mempunyai makna keinginan untuk memenuhi sesuatu sesuai dengan ketentuan. Amanah-amanah itu harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT. Amanah juga mempunyai makna melaksanakan sesuatu sesuai dengan keahlian. Amanah ini jika disia-siakan akan mendatangkan kehancuran. Rasulullah SAW menegaskan :

” Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancurannya. Para sahabat bertanya, ’Bagaimana menyia-nyiakan amanah itu ya Rasulullah?’ Beliau menjawab ’ Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. ”

(HR Bukhari) 

Pengorganisasian pada intinya adalah bagaimana menggerakkan orang-orang yang ada dalam organisasi agar mau bekerjasama sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Untuk melaksanakan program yang telah disusun tentu diperlukan orang/tenaga. Orang tersebut harus diorganisasikan agar dapat bekerja secara efektif dan efisien. Jadi, mengorganisasikan berarti melengkapi program yang telah disusun dengan susunan organisasi pelaksananya.

Dalam organisasi, setiap kegiatan (apa) harus jelas siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa targetnya. Empat kata kunci (apa, oleh siapa, kapan dan apa targetnya) itu harus tergambar dengan jelas dalam pengorganisasian. Dalam mengorganisasikan pekerjaan, manajer harus mengetahui kemampuan dan karakteristik timnya sehingga dapat menempatkan mereka pada posisi/tugas yang sesuai. Juga harus diketahui tugas apa yang sedang dikerjakan, sehingga tidak terjadi beban tugas yang berlebihan (overloaded).

Jika pelaku kegiatan lebih dari satu orang, harus jelas siapa penanggungjawabnya. Mengingat suatu program biasanya terdiri dari beberapa bagian yang mungkin sekali dikerjakan oleh orang yang berbeda, maka dalam pengorganisasian harus jelas bagaimana hubungan antar bagian tersebut dan siapa yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikannya.

Proses pengorganisasian dilakukan dalam beberapa tahapan :

  1. Pemerincian pekerjaan : menentukan tugas-tugas apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Pembagian kerja : membagi seluruh beban kerja menjadi kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh kelompok atau perorangan.
  3. Penyatuan pekerjaan : menggabungkan pekerjaan para anggota dengan cara yang rasional dan efisien (departementalisasi).
  4. Koordinasi pekerjaan : menetapkan mekanisme kerja untuk mengkoordinasikan pekerjaan dalam satu kesatuan yang harmonis yang memungkinkan setiap anggota organisasi untuk tetap bekerja efektif.
  5. Monitoring dan reorganisasi : melakukan monitoring dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan dan meningkatkan efektivitas.

 digambarkan sebagai berikut :

6

Jika lima langkah pengorganisasian di atas dapat dijalankan maka diharapkan planning yang telah dibuat dapat dilakukan dengan baik untuk mencapai sasaran organisasi.

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group – Ramadhan 1434 H[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.