Jelang HUT 60, Kalla Group Goes to Campus : “Bimbing Mahasiswa Temukan Bakat”

0
668

Makassar – Sebagai rangkaian program menyongsong 60 tahun Kalla Group, Yayasan Kalla mengadakan Talk Show Kewirausahaan yang bertema “Mengenal Dunia Kerja dan Wirausaha.” Kegiatan yang merupakan bagian dari program “Kalla Group Goes to Campus” ini diadakan di Aula Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Kamis (5/4). Talkshow ini menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Kalla, Syamril, Direktur Keuangan Kalla Eletrical System, Nurbani Opier dan Direktur PNUP, Firman. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga diadakan di Aula Ahmad Amiruddin Universitas Hasanuddin yang dimotori oleh Mahasiswa Himpunan Jurusan Fisika Unhas.

“Jika ingin sukses, anda terlebih dahulu harus mengetahui core competence anda, apakah menjadi pekerja atau pengusaha” tutur Syamril. Pada sesi ini, Syamril membagikan kuesioner kepada sekitar seratusan mahasiswa PNUP. Kuesioner ini berupa talents mapping, yakni pemetaan bakat dan minat berdasarkan karakterisitik yang dimiliki. Mahasiswa yang ingin mengetahui bakatnya cukup membubuhkan tanda ceklist pada kolom yang sesuai dengan bakat dan minatnya.

Syamril mengatakan menjadi pekerja atau pengusaha sama sama memiliki kebaikan. Yang harus dijadikan landasan ketika memilih pekerjaan, menurutnya adalah harus memenuhi syarat empat E yang yakni Enjoy (kenyamanan pada pekerjaan yang disukai), Easy (memiliki kompetensi), Excellent (Unggul) dan Earn (produktif), “ Tentukan cita cita anda terlebih dahulu setelah itu lihat apakah cita cita tersebut sesuai dengan kompetensi anda atau tidak. Jika tidak, anda wajib memiliki skill pendukung seperti kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, keras keras dan apa saja yang anda butuhkan untuk mencapai cita cita anda.” Kata Syamril.

Pria lulusan ITB ini menghimbau agar mahasiswa tidak hanya melihat gaji ketika memutuskan untuk menjadi pekerja, “Mahasiswa harus punya misi dalam bekerja yakni meliputi coin, poin, icon. Coin terkait gaji, poin adalah nilai lebih sebuah pekerjaan serta yang sangat penting adalah icon, bagaimana menjadi ahli dalam pekerjaan tersebut.”kata Syamril.

Sementara Direktur Keuangan Kalla Electrical System, Nurbani Opier meminta mahasiswa agar mereka mempersiapkan diri sejak dini tidak hanya keunggulan pada disiplin ilmu yang dipelajari dibangku kuliah namun juga dengan skill pendukung “Soft Competence atau skill pendukung yang meliputi kemampuan berbahasa asing utamanya Bahasa Inggris dan leadership adalah hal hal yang akan membantu kalian sukses dalam dunia kerja maupun dunia bisnis.”kata alumni La Trobe University ini.

“Membuat Curriculum Vitae atau CV yang bagus adalah hal yang wajib kalian pelajari sebab CV menggambarkan diri kalian. Seberapa baik pun kualifikasi kalian kalau CV jelek, akan berakhir di tempat sampah. ” tandas Nurbaeni.

Selain diisi dengan Tanya jawab seputar dunia kerja dan wirausaha, panitia juga menampilkan film pendek tentang perjuangan pendiri perusahaan, Hadji Kalla dalam merintis usahanya. Pemateri dari Kalla Group mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan kesadaran kepada mahasiswa untuk menentukan karirnya setelah lulus bekerja, apakah bekerja atau berwirausaha. [MK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.