JANGAN JADI ROBOT

0
679

MediaKALLA.com – Apa yang sering Anda ceritakan ke teman atau pasangan Anda setelah pulang kerja? Apakah cerita masalah pekerjaan di kantor yang sulit, berat dan membuat stress? Atau cerita tentang atasan atau rekan kerja yang menyebalkan? Atau cerita tentang pekerjaan yang menyenangkan? Cerita dengan penuh kebanggaaan karena berhasil menyelesaikan masalah yang dampaknya besar bagi kemajuan perusahaan. Atau cerita tentang ide-ide besar untuk memajukan perusahaan? Atau mungkin tidak ada cerita karena apa yang dikerjakan rutinitas belaka, tidak ada hal menarik atau menggelisahkan.

Jika kebanyakan cerita Anda adalah tentang hal yang negatif maka itu artinya Anda tidak bahagia di tempat kerja. Bisa jadi dalam lubuk hati yang paling dalam Anda sebenarnya ingin segera berhenti bekerja atau mencari pekerjaan di tempat lain. Cuma belum ada peluang atau kesempatan kerja baru. Akhirnya Anda terpaksa bertahan karena tidak ada pilihan. Mau berhenti dan menganggur juga tidak mau karena masih butuh uang.

Jika tidak ada cerita karena pekerjaan Anda rasanya monoton, tidak ada tantangan dan hanya rutinitas belaka berarti Anda sudah masuk zona nyaman. Anda sudah merasa aman dan puas dengan kondisi sekarang. Jika sudah seperti itu, waspadalah. Jika Anda sudah terjebak rutinitas dan tidak banyak inovasi dan kreatifitas berarti Anda sudah mirip dengan ROBOT. Apa ciri robot? Tidak ada pengembangan diri. Dia berjalan datar, sama terus. Manusia yang seperti robot berarti sepanjang waktu di tempat kerja dirinya tidak berkembang. Tidak bertambah ilmu dan keterampilan. Malah harus lebih waspada lagi karena dunia terus bergerak dan berkembang, jika manusia statis maka sebenarnya dibandingkan dengan perkembangan dunia yang dinamis, dia sebenarnya mundur, terus tertinggal.

Pengembangan diri syaratnya jangan masuk ke zona nyaman. Prinsipnya “tidak ada pertumbuhan di zona nyaman, dan tidak ada kenyamanan di zona pertumbuhan”. Lihatlah bayi yang sedang tumbuh, selalu mencoba hal baru yang beresiko malah terkadang berbahaya. Berbeda dengan orang tua yang sudah cenderung statis. Jika diminta mencoba hal baru, tidak berani atau ragu-ragu.

Pengembangan diri syaratnya masukilah ZONA RESIKO tapi BUKAN ZONA BAHAYA. Apa bedanya? Zona resiko masih dalam batas aman dengan syarat ada pendampingan atau persiapan. Zona bahaya memang penuh bahaya jika dimasuki. Untuk membedakannya lihatlah orang yang naik banana boat. Setelah ditarik sama perahu motor maka dalam jarak yang cukup jauh dari pantai, dia akan dijatuhkan. Jika sebelum dijatuhkan dia memakai pelampung dan ada pendamping yang menemani maka meskipun dia masuk ke zona bahaya tapi sebenarnya dia masuk zona resiko. Artinya jika dia tidak bisa berenang maka ada pelampung yang menjadi alat bantu. Dan jika pelampung tidak berfungsi maka ada pendamping yang akan menolongnya. Berbeda jika Anda tidak bisa berenang, tidak pakai pelampung dan juga tidak ada pengawal. Saat dijatuhkan, dijamin pasti tenggelam.

Implementasi di tempat kerja yaitu perusahaan memberikan tugas atau tantangan baru kepada staff atau anggota timnya. Jangan hanya berikan pekerjaan yang berulang. Kalaupun harus berulang, karyawan dituntut untuk mengajukan perbaikan cara kerja agar lebih efektif dan efisien. Sehingga setiap saat ada perbaikan untuk mencapai target yang diinginkan. Namun harus diingat, saat staff kita masuk ke zona tantangan, pemimpinnya harus siap memberi bimbingan. Jangan dilepas begitu saja, tapi jangan juga terlalu didikte dan disetir. Beri ruang bagi dia untuk bereksperimen tapi dalam koridor belejar.

Intinya adalah JANGAN JADI MANUSIA STATIS ATAU ROBOT, TAPI JADILAH MANUSIA YANG DINAMIS. Semoga dengan itu Anda akan banyak cerita ke teman atau pasangan Anda dengan penuh kebanggaaan karena berhasil menyelesaikan masalah yang dampaknya besar bagi kemajuan perusahaan. Bisa juga cerita tentang ilmu pengetahuan dan keterampilan baru yang Anda pelajari dari pekerjaan yang membuat Anda lebih semangat bekerja. Atau cerita tentang ide-ide besar untuk memajukan perusahaan. Semoga dengan itu Anda merasakan kepuasan bahkan kebahagiaan di tempat kerja karena telah merasa bermakna, berkontribusi memberi manfaat berupa perbaikan atau pengembangan. Jika itu semua dilakukan dengan berlandaskan tauhid, ikhlas, amanah maka itu semua bernilai ibadah di sisi Allah karena kerja adalah ibadah. [Syamril]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.