Ini Asumsi Dirut Kalla Group Terhadap Kondisi Ekonomi 2015

0
567

MediaKALLA.com – Direktur Utama Kalla Group, Fatimah Kalla tetap optimis  pada pertumbuhan perekonomian Indonesia 2015. Hal tersebut disampaikannya dalam silatuhrahmi bertajuk ‘New Year Gathering’, Rabu, 7 Januari 2015 di Wisma Kalla lantai 14.

Di hadapan para direksi dan manager se Kalla Group, Fatimah memaparkan asumsinya terhadap kondisi ekonomi di tahun 2015. Menurutnya, Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan naik 1% dari 4,6 dapat mencapai  5,6 persen. Pertumbuhan ini kemungkinan sama dengan negara-negara 5 besar ASEAN, sementara negara berkembang . ” Inflasi pada tahun 2015 diperkirakan terkendali pada kisaran 4,4 persen, ” sebutnya.

Soal nilai tukar rupiah, ia memprediksi bergerak stabil pada kisaran Rp 12.000 per dollar Amerika. Sementara suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan diperkirakan 6,2%. Harga minyak mentah Indonesia 105 US$ per barel. ” Lifting minyak mentah 845 ribu

barel per hari dan Lifting gas bumi 1.248 ribu barel setara minyak per hari, ” katanya.

Fatimah menuturkan berdasarkan RAPBN 2015 pemerintah merencanakan penerimaan negara 77,79% berasal dari pajak. ” Itu sekitar Rp. 1.370 triliun, ” ucapnya.

Fatimah juga membeberkan beberapa kebijakan pemerintah seperti peningkatan rasio elektrifikasi menjadi 83,18 persen; Meningkatnya fasilitasi penyediaan baru hunian layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 20.000 unit; Meningkatnya fasilitasi peningkatan kualitas hunian untuk 64.850 unit; Terbangunnya infrastruktur air limbah di 764 kawasan, infrastruktur drainase perkotaan di 53 kabupaten/kota, infrastruktur tempat pemrosesan akhir sampah di 41 kabupaten/kota, dan infrastruktur tempat pengolah sampah terpadu di 127 kawasan. ” Terbangunnya  sistem penyediaan air minum (SPAM) di 487 kawasan MBR, 159 ibukota Kecamatan, 1.733 desa,  79 kawasan khusus dan 6 regional, ” bebernya. [Azhar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.