Iblis dan Wanita

0
603

MediaKALLA.Com – Telah diberitakan oleh Sayyidina Abu Umamah (RA) sebuah hadits Rasulullah SAW yang menyampaikan bahwa: Ketika Iblis diturunkan ke bumi, ia berkata kepada Allah: ‘Ya Tuhanku, Engkau menempatkan aku di bumi ini sehingga aku tidak memiliki tempat tinggal, Berilah aku Rumah untuk tempatku bernaung…’ Allah pun berkata: ‘Rumah tempat tinggalmu adalah kamar mandi.’ Lalu iblis  berkata lagi: ‘Berikan aku tempat untuk duduk bersantai ria…’ Allah menjawab: ‘bagian-bagian sudut dari tempat perdagangan (pasar) adalah tempat tongkronganmu. Iblis berkata: ‘Berikan aku sesuatu yang menjadi makananku…’

Allah berkata: ‘Segala jenis makanan di bumi yang dikonsumsi tanpa menyebut nama-KU (segala jenis makanan yang tidak halal).’ Iblis berkata: ‘Berikan aku sesuatu yang menjadi minumanku…’ Allah menjawab: ‘segala jenis minuman yang memabukkan adalah minumanmu.’ Iblis kemudian berkata: ‘Ya Tuhanku, berikan aku sarana dan prasarana untuk berdakwah (berpidato)…’ Allah berkata: ‘peralatan musik.’ Iblis berkata lagi: ‘Berikan aku sebuah kitab dimana aku bisa mengabadikan kata-kataku…’

Allah berkata: ‘puisi dan sajak romantis yang yang mengandung makna vulgar dan kebebasan berekspresi adalah kitabmu.’ Iblis berkata: ‘Ya Tuhanku, berikan aku wadah untuk menulis…’ Allah berkata: ‘Tato adalah tempatmu untuk menulis.’ Iblis berkata: ‘Berikan aku tema yang menjadi alat utama bagiku dalam berdakwah (berpidato)…’ Allah menjawab: ‘Dusta (kebohongan) dan penipuan adalah peralatan dakwahmu.’

Kemudian Iblis meminta untuk terakhir kalinya. ‘Ya Allah Ya Tuhanku, Berikanlah aku alat perangkap yang bisa menjadi sarana utama untuk mewujudkan itu semua…’ Allah pun kemudian berkata: ‘WANITA adalah alat perangkapmu.’

Dari hadits yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa Iblis (syaitan) menjadikan Wanita sebagai sarana utama untuk mengajak manusia jatuh dan terlena dalam siklus kehidupan iblis itu sendiri. Jika kita melihat kondisi kehidupan di sekeliling kita saat ini, tanpa disadari segala hal yang dipaparkan di atas telah terjadi dan semakin terpampang jelas di kasat mata kita semua.

Kita mungkin salah satu yang merasa telah menjalani kehidupan tersebut, kehidupan dimana kegalauan dan kegundahan hati serta ribuan dilema yang menghampiri. Dunia dimana sebagian besar wanita berpakaian namun tetap telanjang, dunia dimana wanita menjadi sumber inspirasi untuk melakukan hal-hal yang bertemakan korupsi, kolusi, nepotisme, penipuan, peng-rusakan jati diri dan keimanan seseorang. Dunia dimana wanita berbondong-bondong memenuhi pusat-pusat kehidupan hedonis seperti dunia hiburan, pasar perdagangan, hingga ke sistem pemerintahan. Dunia dimana para wanita berlomba-lomba untuk memenuhi hasrat kecantikan fisik semata, melainkan kecantikan iman dan hati yang mereka miliki. Pada akhirnya, kondisi kehidupan dunia yang kita jalani saat ini, semua bermula dari kondisi kehidupan sarana utama perangkap iblis yang sesungguhnya, yaitu ‘kaum wanita.’

Namun pada dasarnya, wanita sejatinya adalah makhluk ciptaan Allah yang paling indah dari segala yang ada di hidup ini. Dari perut merekalah kita terlahir untuk mengenyam cita rasa kehidupan dunia ini. Dari kasih sayang merekalah sehingga kita mampu merasakan sejuknya keindahan hati. Dari senyum dan sapa merekalah sehingga kita bisa merasakan hangatnya kemajemukan kehidupan dunia itu sendiri.  Dan keseluruhan dari hal tersebut adalah tanggung jawab penuh dari kaum laki-laki untuk menjaga, menghormati dan mengayomi mereka agar terhindar dan terjerumus oleh buaian iblis yang sedang berjuang mati-matian untuk mengumpulkan bala tentara mereka dalam merusak ketamadunan kehidupan dunia melalui perangkap utama mereka yaitu wanita itu sendiri. (*)

[Maulana Awaluddin Ma’rifatullah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.