Hidayah Taufiq : Kado Termahal Ramadhan

0
580

Ada suasana berbeda saat Ramadhan dengan Syawal. Jika saat Ramadhan apalagi di awal-awal, setiap masjid dan musholla penuh sesak hampir sama dengan saat shalat Jumat. Apalagi setelah shalat ada ceramah, terasa nuansa Ramadhan yang saat indah. Namun saat Syawal sudah masuk, ternyata suasana kembali berubah. Kembali ke kondisi sebelum Ramadhan. Seolah-olah demikianlah memang ’takdirnya’ bahwa saat Ramadhan masjid penuh sesaktapi begitu ramadhan selesai masjid kembali ke kondisi semula.

 

Mengapa itu terjadi? Ternyata ini tidak lepas dari hidayah taufiq yang Allah curahkan kepada umat Islam saat bulan Ramadhan.

 

Apa itu Hidayah Taufiq?

 

Hidayah yaitu petunjuk dari Allah kepada manusia sehingga dapat menjalani hidup di dunia dan akhirat dengan selamat. Ada empat jenis hidayah yaitu :

  1. hidayah naluriah, yaitu naluri bertahan hidup seperti menangis dan mencari ASI pada bayi yang baru lahir.
  2. hidayah indrawi, yaitu panca indera yang dengannya manusia dapat merasa, mendengar, melihat, mencium, dan sebagainya
  3. hidayah aqliyah yaitu akal yang membuat manusia dapat berpikir memecahkan permasalahan hidupnya
  4. hidayah diniyah (agama) yaitu petunjuk dan pedoman hidup agar dapat mencapai selamat dunia dan akhirat.

Hidayah diniyah ada 2 jenis yaitu :

–         Hidayah dilalah yaitu petunjuk-petunjuk hidup dalam Al Qur’an dan Sunnah yang bisa didapatkan melalui proses belajar. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan bahwa saya belum mendapat hidayah karena Allah SWT telah menyediakan hidayah dilalah dalam kitab suci-Nya.

–         Hidayah taufiq yaitu hidayah yang Allah berikan pada manusia untuk mengamalkan apa yang telah diketahuinya.

 

Nah, saat Ramadhan, kedua jenis hidayah diniyah ini begitu mudah kita raih. Ceramah agama hampir tiap hari lalu shalat tarawih, tadarus, infak, shadaqah, zakat dan sebagainya sebagai pengamalannya juga dengan senang hati kita lakukan. Artinya saat Ramadhan kita semua dapat meraih hidayah diniyah khususnya hidayah taufiq.

 

Mengetahui hidayah dilalah berupa ajaran agama di era teknologi informasi sekarang sangatlah mudah karena semua dapat diakses melalui internet. Apa yang sulit? Yang sulit adalah mengamalkan ilmu agama tersebut. Itulah hidayah taufiq, kado termahal ramadhan.

 

Tanda-tanda orang yang mendapatkan hidayah taufiq yaitu :

  1. Merasakan kemudahan dalam beramal saleh.

Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. (Q.S. Al An’am : 125)

  1. Merasakan kerinduan kepada Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (Q.S. Al Anfaal : 2-3)

  1. Konsisten dalam beramal.

Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka  sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Q.S. Ali Imran : 101)

Sesungguhnya Allah suka apabila seseorang hamba mengerjakan suatu pekerjaan dan dia konsisten melakukannya.” (H.R. Baihaqi) 

  1. Bersemangat dalam mempelajari agama

Apabila  Allah akan memberikan kebaikan kepada seseorang, Dia faqihkan orang tersebut dalam agama.

Maksudnya adalah orang tersebut diberi semangat untuk menelaah ajaran Islam secara luas.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Hidayah Taufiq?

 

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Selalu berdo’a

Allah mengajarkan do’a di Q.S. Ali Imran ayat 8 berikut :

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

  1. Riyadhah Ruhiyah (Latihan Spiritual)

Sederhananya apa yang dilakukan di bulan Ramadhan di sebelas bulan lainnya juga tetap berusaha dilakukan. Puasa sunnah, tadarus Al Qur’an, infaq dan shadaqah, majelis ta’lim dan lain sebagainya. Seolah-olah kita me-ramadhan-kan sebelas bulan lainnya dengan amalan ibadah.

  1. Mencari lingkungan yang kondusif

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q.S. Al Maidah : 2)

Allah memerintahkan untuk tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Ini hanya akan terjadi dalam sistem dan lingkungan yang kondusif.

 

Semoga kita dapat terus merawat hidayah taufiq dari Allah yang telah kita raih di bulan Ramadhan pada sebelas bulan berikutnya, Amin.

 

Syamril  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × four =