Fatimah Kalla: “Kerja Ikhlas adalah Bekerja dengan Cinta”

0
797

Ikhlas itu seperti ibu ke anak, tidak ada hitung-hitungan. Sejak dalam kandungan, melahirkan, memelihara dan membesarkan, pengorbanan seorang ibu takkan ternilai dan ibu melakukannya tidak ada harapan bahwa nanti anaknya akan membalasnya. Mengapa? Karena dilandasi oleh cinta. Cinta ibu kepada anak yang membuatnya mau mengerjakan apapun demi kebaikan anaknya.

Bekerja pun demikian. Jika kita ingin bekerja dengan ikhlas maka bekerjalah dengan penuh kecintaan. Apa yang dikerjakan jika dilakukan dengan penuh cinta tidak akan menjadi beban. Bahkan dalam bekerja apa yang dicapai melebihi harapan pemberi kerja karena adanya kecintaan.

Untuk membangun hal tersebut perlu dibangun hubungan sebagai family, nilai-nilai kekeluargaan. Atasan harus dapat merangkul semua sehingga tercipta hubungan emosional antara atasan dan bawahan. Lebih lanjut efek dari itu semua yaitu terbangun employee engagement atau keterikatan karyawan terhadap perusahaan. Keterikatan ini bukan karena ikatan kerja formal tapi emosional. Seorang karyawan yang engage, sudah jatuh cinta dengan perusahaan tempatnya bekerja karena apa yang dilakukannya bermakna. Dia merasa bermakna karena yang dilakukannya bukan hanya untuk diri dan perusahaan tapi juga untuk masyarakat. Oleh karena itu program CSR yang dilakukan oleh perusahaan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat merupakan upaya kontribusi yang dapat membuat karyawan merasa bermakna.

Seorang karyawan juga akan jatuh cinta ke perusahaannya jika merasa terpenuhi kebutuhan lahir dan batinnya. Kebutuhan lahir terkait dengan gaji, bonus, tunjangan dan sebagainya yang berupa materi. Kebutuhan batin terkait dengan yang non materi berupa penghargaan, pengakuan, kebermaknaan, peningkatan ilmu, penguatan keimanan dan sebagainya. Adanya forum-forum pengajian bisa juga membangun hal ini di mana karyawan dapat belajar ilmu agama di perusahaan selain ilmu yang terkait dengan tugas kerjanya. Pemahaman agama yang baik pada karyawan akan menjadi benteng baginya agar terhindar dari segala yang terlarang. Selain itu juga dapat menjadi pendorong untuk senantiasa berbuat yang terbaik sebagai bagian dari ibadahnya kepada Allah SWT. Jadi ada kaitan erat dengan tauhid.

(Disarikan dari ucapan Bu Fatimah Kalla pada beberapa forum dialog di Kalla Group).   [mk]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.