Ekologi Ibadah

0
584

MediaKALLA.Com – Waktu dulu SMP mungkin masih ingat pelajaran biologi bab ekologi tentang individu, populasi dan ekosistem. Ini merupakan level kehidupan. Level pertama yaitu individu artinya kehidupan personal yang tidak terkait dengan pihak lain. Level kedua yaitu populasi. Definisi populasi yaitu sekumpulan individu yang sejenis. Jika individunya manusia maka populasi berarti sekumpulan manusia yang membentuk masyarakat atau komunitas. Level ketiga yaitu ekosistem. Manusia dalam hidupnya dia berinteraksi tidak hanya dengan manusia lain tapi juga dengan lingkungannya seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, air, udara dan sebagainya. Oleh karena itu pada level ketiga ini manusia harus dapat hidup harmonis dan menjaga keseimbangan alam.

Jika hidup untuk ibadah berarti pengabdian manusia kepada Allah tidak bisa dilepaskan dari kehidupannya di dunia. Jika kehidupan ada 3 level maka ibadah pun bisa dibagi atas tiga level yaitu individu, populasi dan ekosistem. Ibadah individu yaitu ibadah yang dilakukan oleh manusia yang tidak ada kaitan langsung dengan orang lain. Dampaknya lebih kepada diri sendiri saja. Contohnya orang yang shalat, dampak dari shalatnya tidak terlihat langsung ke orang lain. Bisa jadi apa dia shalat atau tidak shalat tidak begitu berpengaruh kepada orang lain. Demikian pula dengan puasa, dia ibadah personal bahkan rahasia antara manusia dengan Allah. Hanya dia dan Allah yang tahu bahwa dia berpuasa.

Berbeda dengan zakat, infak dan shadaqah yang merupakan ibadah level populasi atau ibadah sosial. Zakat ada pemberi dan penerima yaitu 8 ashnaf seperti fakir, miskin, anak yatim, dan sebagainya. Jika ibadah sosial seperti ZIS ini betul betul dijalankan dengan baik dan dikelola secara professional maka akan berdampak besar pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kaum dhuafa akan berkurang, angka putus sekolah akan turun dan pendapatan ekonomi akan naik. Selain ZIS, orang yang mendirikan perusahaan dengan niat membuka lapangan kerja serta berkontribusi pada negara dan masyarakat dapat juga dikategorikan sedang mengerjakan ibadah sosial. Intinya segala aktivitas manusia yang terkait dengan orang lain selama dampaknya positif dapat dikategorikan ibadah sosial.

Ternyata ada level ketiga yaitu ibadah ekosistem. Ini terkait dengan tujuan diutusnya Rasulullah sebagai rahmat bagi alam semesta. Sehingga bisa juga disebut sebagai ibadah semesta atau lingkungan.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Q.S. Al Anbiya; : 107)

Ini juga sejalan dengan tujuan penciptaan Nabi Adam sebagai khalifah di muka bumi.

“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.    (Q.S. Al Baqarah : 30)

Implementasi ibadah di level semesta ini yaitu manusia terlibat aktif dalam menjaga lingkungan baik darat, laut maupun udara. Penanaman pohon penghijauan untuk mengurangi kadar CO2 yang berdampak pada pemanasan global, penanaman terumbu karang sebagai rumah bagi ikan di laut, dan lain sebagainya merupakan wujud implementasi ibadah semesta ini.  Jadi dampak ibadah semesta bukan hanya pada diri sendiri dan orang lain tapi juga bagi hewan, tumbuh-tumbuhan dan makhluk Allah lainnya yang ada di bumi ini. Semoga kita dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini pada semua tingkatan sehingga iman dan takwa kita terasa dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga orang lain dan alam semesta. (*)

[author image=”http://www.mediakalla.com/wp-content/uploads/2013/05/Syamril1.jpg” ]Syamril : Koordinator Kalla Educare Yayasan Kalla | Human Capital Division Kalla Group – 10 Ramadhan 1434 H[/author]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.