Dinas Pertanian Sulsel Undang Perwakilan Yayasan Kalla Jadi Pembicara

0
404

MediaKALLA.com – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel menggelar kegiatan Bimbingan Teknis dan Management Pasar Tani. Pada kegiatan tersebut turut diundang perwakilan Yayasan Kalla untuk menjadi pembicara. Kegiatan ini digelar di Quality Plaza Hotel, Makassar, Selasa-Rabu 23-24 September 2014.

Salah seorang panitia penyelenggara, Wanti Wildam mengatakan bahwa Yayasan Kalla merupakan salah satu mitra Dinas Pertanian TPH Sulsel yang selama ini konsisten mendukung pengembangan hasil pertanian. ” Yayasan Kalla juga merupakan eksportir Markisa, jadi kami mengundang perwakilannya untuk menjadi pembicara untuk memotifasi para petani dalam rangka peningkatan hasil pertanian, ” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh para petani terbaik di Sulsel, perwakilan Dinas Pertanian kabupaten dan ketua-ketua Kelompok Tani. ” Kami harap apa yang mereka dapatkan disini bisa disampaikan kepada para petani lainnya saat kembali ke daerah masing-masing, ” ujarnya.

Sementara itu, Asnawi Makkatutu yang mewakili Yayasan Kalla menuturkan bahwa saat ini pihaknya hanyalah sebagai fasilitator dalam rangka mencarikan pangsa pasar di luar negeri bagi hasil pertanian di Sulsel. ” Tujuan kami bukan mengejar keuntungan, tapi bagaimana membantu menyejahterakan petani dengan mencarikan pasar yang lebih luas, ” katanya.

Di hadapan para peserta Asnawi mengakui bahwa saat ini Yayasan Kalla masih fokus pada ekspor buah markisa daratan rendah dan jahe. Saat ini permintaan markisa untuk dipasarkan di Singapura mencapai 6 ton per pekan sementara jahe 27 ton per pekan dengan tujuan Bangladesh. ” Hanya saja kami masih kewalahan dalam memenuhi permintaan tersebut, dikarenakan persediaan yang kurang ” bebernya.

Asnawi membeberkan bahwa ada empat faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan ekspor tersebut yakni kualitas buah, kuantitas pengiriman, kontiunitas pengiriman dan harga. ” Khusus untuk buah Markisa saat ini baru dua kabupaten yang memenuhi syarat persoalan kualitas buah, yakni Jeneponto dan Bulukumba. Sementara untuk Jahe, baru Kabupaten Bone khususnya di daerah Mallawa, ” terangnya.

Ia berharap para petani, Gapoktan dan dinas-dinas Kabupaten mau bersinergi untuk membantu Yayasan dalam rangka penyedia buah yang berkualitas ekspor. ” Mari kita saling membantu, kalau petani maju dan sejahtera tentu mau beli mobil, nanti belinya di PT Hadji Kalla saja, ” candanya. [Azhar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen + nineteen =