CERDAS BERKARAKTER BERBASIS KETERAMPILAN BERBAHASA

0
786

MediaKALLA.com  – Adalah tema pembelajaran yang diusung Athirah Islamic Scholol (AIS) pada tahun ajaran 2013-2014. Melalui tema ini guru, karyawan dan siswa AIS diharapkan  terampil dalam berbahasa, yakni terampil dalam  menggunakan keempat skill dalam berbahasa yakni membaca, mendengar, menulis dan berbicara. Keterampilan berbahasa ini sangat penting untuk dikuasai mengingat bahasa adalah alat komunikasi yang sangat vital, sehingga dengan keterampilan berbahasa ini diharapkan guru dan siswa piawai  dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Bagi siswa yang ingin eksis, maka terampil dalam berbahasa adalah hal yang mutlak mereka miliki. Karena dengan keterampilan ini, maka ide, gagasan, dan strategi yang mereka miliki dapat dikomukasikan dengan baik pada orang lain. Itulah sebabnya orang bijak  mengatakan bahwa dengan komunikasi segalanya bisa terselesaikan. Hal ini benar karena biasanya masalah muncul dan tidak terselesaikan karena ada komunikasi yang tidak efektif. Tidak efektif karena satu pihak atau keduanya tidak memiliki keterampilan berbahasa tersebut dengan baik.

Di Athirah Islamic School (AIS) penggunaan keterampilan berbahasa ini, selain ditekankan pada hal tersebut di atas, juga ditekankan pada pentingnya menggunakan kata-kata positif atau kata-kata motivasi dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama antar guru dan siswa, dan selanjutnya diharapkan siswa dengan siswa. Mengapa kita perlu memilih kata-kata positif dalam berkomunikasi terutama pada guru dan siswa?. Karena kata-kata yang kita ucapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi untuk menjelaskan realita, tetapi ia juga adalah pembentuk realita. Itu makanya seorang guru, orang tua yang selalu mengatakan bodoh, nakal pada anaknya atau siswanya maka anak tersebut akan berpeluang untuk menjadi bodoh atau nakal.

Di Amerika maupun di Jepang pernah dilakukan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peristiwa bunuh diri yang diberitakan di media dengan frekuensi bunuh diri yang terjadi kemudian setelah kejadian itu. Misalnya jika ada peristiwa bunuh diri dengan cara menabrakan kendaraannya, maka setelah diberitakan di media akan terjadi peningkatan bunuh diri sekitar 10 % dengan cara yang sama.

Hal ini menggambarkan bahwa betapa besar pengaruh kata-kata dan  pentingnya kita mengucapkan kata-kata positif pada siswa agar mereka terinsfirasi untuk melakukan hal-hal yang positif pula.

Hal ini juga mengingatkan kita pada  penelitian DR. Masaru Emoto yang menyimpulkan bahwa air memiliki sifat-sifat hidup. Ia merespon kata-kata yang kita sampaikan padanya. Jika kita mengucapkan kata-kata positif maka kristal air terbentuk dengan indah. Namun jika kata-kata negatif yang kita sampaikan padanya maka kristal air tidal terbentuk. Lalu apa hubungannya dengan manusia?. Perlu dipahami  bahwa 70 % tubuh kita ini terbentuk dari zat cair, sehingga kita bisa membayangkan bagaimana perilaku positif seorang siswa jika kata-kata yang didengarkan dari gurunya adalah kata-kata yang baik dan bijak. Motivasi mereka pasti mekar dan mengkristal dan sebaliknya kita bisa membayangkan bagaimana kalutnya dan hancurnya perasaannya jika kata-kata yang ia dengar dari gurunya hanyalah kata-kata negatif, seperti kata  bodoh,nakal, tak berguna, dan cacian atau makian lain yang merendahkan dan mematikan semangat siswa.

Hal ini juga mengingatkan kita pada ungkapan Dorothy Law Nolte  bahwa :

  • Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
  • Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
  • Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
  • Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
  • Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan

Itulah sebabnya mengapa kita sangat  perlu mengucapkan kata-kata bijak dan mulia pada siswa atau orang lain agar mereka dapat belajar percaya diri, menghargai, mencintai, jujur, terbuka serta belajar kebenaran dan keadilan.

Sesungguhnya Allah pun dalam Al Qur an memerintakan kita agar menggunakan kata-kata yang penuh hikmah, kata-kata mulia, kata-kata baik, kata-kata yang benar dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Itulah sebabnya mengapa di AIS keterampilan berbahasa ini menjadi tema khusus pembelajaran tahun ini. Harapannya agar semua stakeholder dapat terinsfirasi untuk menggunakan kata-kata positif yang pada gilirannya diharapkan siswa-siswa AIS menjadi siswa yang cakap dan santun dalam berkomunikasi. Amin. [Patris Hasanuddin, wakil direktur sekolah islam athirah. ] sumber foto : sekolahathirah.sch.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.