Bos, Naikin Gajiku Dong

0
593

MediaKALLA.Com – Jika anda seorang direktur sebuah perusahaan, lalu datang seorang karyawan menghadap, dengan lantang karyawan tersebut berkata “ Bos, naikin gajiku dong 2 kali lipat maka aku akan kerja 2 kali lipat juga!”. Kira-kira, apakah Anda akan memilih menaikkan gaji karyawan tersebut karena keberaniannya dan janji yang diberikan?  

Atau apakah Anda akan menolak dan berkata “ Kamu kerja dulu 2 kali lipat dan saya akan menaikkan gaji kamu!”.  

Tentu pilihan terakhir adalah pilihan yang lebih enak dan pilihan yang lebih mudah diterima seorang Bos. 

Bos lebih memilih menaikkan gaji seorang yang memang pantas mendapatkannya, pasalnya hasil sudah ada di depan mata. Dibanding memilih yang meminta naik gaji lalu berniat kerja 2 kali lipat. Sekali lagi hanya niat… 

Hal ini sama jika kita meminta sesuatu kepada Allah SWT. Masalahnya pantas atau tidak. Layak atau tidak kita diberi oleh Allah SWT. Allah SWT memang Maha Rahman dan Maha Rahim, namun tentu saja ada kasus dimana Allah SWT akan memberikan sekehendak-Nya. Begitu pula dengan sifat Allah SWT Yang Maha Adil, tidak ada keraguan di dalamnya, jika karyawan yang belum pantas saja ditolong maka karyawan yang pantas, pasti ditolong oleh Allah SWT. 

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman” (QS 30:47) 

Jadi jangan ucapkan “ Ya Allah.. jika aku sembuh, maka aku akan pergi umrah ” tapi pergilah umrah dan minta kesembuhan.

Daripada berkata “ Jika aku dapat jodoh, maka aku akan shalat tahajjud ” tapi tahajjud dulu lalu minta kemudahan. Zaman ini memang lebih pintar mendikte Allah, modusnya “ Ya Allah, kalau Engkau kabulkan (permintaan), aku akan lakukan (ketaatan) ” padahal sudah jelas, pantaskan dulu diri Anda baru meminta. 

Perhatikan saat kita melafadzkan surah Al-Fatihah kita memuji Allah dulu, mengagungkan-Nya, mengiba pada-Nya, setelah itu baru berdoa memohon jalan yang lurus. 

Kita tidak perlu mendikte Allah SWT, karena Allah MAHA MENGETAHUI keperluan kita, kebutuhan kita dan keinginan kita. Maksimalkan saja ketaatan kepada Allah SWT niscaya Allah tidak akan mengabaikannya. 

“Wahai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS 47:7)

Yang sering bermaksiat sebaiknya bertaubat dulu, ubah diri dulu agar kita memang layak untuk itu, baru meminta sesuatu kepada Allah.

Yang sudah taat bagaimana? Tentu semakin meningkatkan ketaatannya dan minta kepada Allah SWT, pasti dikabulkan.

“ Kalau saya sudah karyawan tetap baru infak pakai uang merah ”  

“ kalau saya naik pangkat baru puasa sunnah ”

“ kalau saya jadi manager, tiap pagi akan sholat dhuha ” 

Pernyataan keliru, yang benarnya “ Rutinlah sholat dhuha, puasa sunnah dan berinfak karena akan mendatangkan banyak rejeki.”

“ Kalau saya sudah sembuh nanti baru rajin silaturahmi deh ” Nah, waktu sehat bikin apa saja? 

Makanya sebelum sakit lagi, rajinlah silaturahmi niscaya umur akan bertambah.“Klo saya dapat suami baik, baru pakai hijab” pernyataan fatal, suami yang baik suka yang berhijab, jadi berhijab dulu insya Allah suamimu. OK! ”

Allah Maha Adil dan Allah Maha Melihat maka yakinlah Allah takkan salah perhitungan apalagi salah memberi balasan. (*)

{ Budiman }

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.