Begini Cara Poso Energy Mengatasi Krisis Listrik

0
669

MediaKALLA.co.id – Saat ini terjadi disparitas cukup besar antara demand dan suplai tenaga listrik nasional. Hal ini menyebabkan krisis listrik di beberapa wilayah di Indonesia. Selain itu, mutu listrik juga turun. Fast Track Program (FTP) atau program percepatan tahap 1 tahun 2009-2014 yang menargetkan 10.000 MW namun realisasi hanya 7.400 MW. Pada FTP tahap 2 tahun 2014-2019 pemerintah kembali menargetkan 35.000 MW. Sayangnya, dana APBN dan APLN terbatas. Untuk itu, pemerintah mendorong sektor swasta untuk lebih berperan.

Hal tersebut dikemukakan Manager Senior PT Poso Energi, Asri Syahrir dalam rembuk nasional yang mengangkat tema Program Kelistrikan Nasional 35 Ribu MW, Cukupkah?. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Aston Makassar, Rabu, 30 Maret 2016.

Asri menyebutkan bahwa untuk mencapai target tersebut dibutuhkan regulasi dan terobosan dari pemerintah untuk mendorong minat swasta dan Pemda. “Swasta akan banyak berpartisipasi jika pemerintah bisa menanggulangi kendala dalam FTP 1 seperti kendala pembebasan lahan, perizinan dan insentif usaha,” ujarnya.

Lantas apa peran PT Poso Energy dalam mewujudkan program 35.000 MW? Asri menjelaskan bahwa PT Poso Energy membangun PLTA dengan skema Independen Power Producers (IPP) yang sumber airnya berasal dari Danau Poso. “Saat ini sudah beroperasi PLTA Poso 2 dengan kapasitas 3 x 65 MW, sementara pengerjaan PLTA Poso I yang berkapasitas 2 x 35 MW dan ke depannya akan menyusul PLTA ┬áPoso 3 dengan kapasitas 4 x 90 MW,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jendral Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Ir. Agus Triboesono, M.Eng, mengatakan bahwa pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik dan harga yang wajar. “Ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” terangnya.

Agus menambahkan bahwa dalam 5 tahun ke depan, kebutuhan listrik akan tumbuh rata-rata sekitar 8,7% per tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 7-8% pada tahun 2019. “Kapasitas pembangkit saat ini baru dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 88,30% rumah tangga,” ucapnya.

Hadir pula sebagai pembicara President Direktor of Shanghai electrik power contruction Mr Zhong Chang dan Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Ridwan Wittiri. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan dan mensinergikan pemikiran, ide, dan usulan perbaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk pembangunan 35 ribu MW sebagai solusi kesenjangan dan krisis listrik di berbagai daerah. [Azhar]

Follow Us
==============
Facebook; Media KALLA
Twitter; @MediaKALLA
Youtube; Media Kalla Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 12 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.