Apa Itu Keadilan Menurut JK

0
689

MediaKALLA.com – Untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya, sebuah negara haruslah fokus untuk menegakkan keadilan di dalam negerinya. Rakyat akan merasa senang ketika keadilan terwujud rakyat akan mudah diajak untuk maju.

Wakil Presiden RI 2004-2009 Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa, keadilan itu perwujudannya adalah menyediakan kebutuhan rakyat kecil seperti perumahan dan kredit yang cukup untuk membuka usaha.

“Keadilan dulu baru menuju kesejahteraan,” kata JK. “Memberikan kredit itu keadilan, membangun rumah yang layak itu keadilan.”

Ketua PMI ini menyatakan bahwa keadilan yang menjadi PR bangsa Indonesia bukan hanya soal keadilan hukum. JK mengatakan bahwa setidaknya ada empat keadilan yang kini perlu diwujudkan di Indonesia.

Pertama adalah keadilan ekonomi. Menurut JK, di Indonesia terdapat gap ekonomi yang menyebabkan masyarakat mudah berkonflik dan pertumbuhan ekonomi pun terhambat. Ini menjadi tugas siapa pun yang nanti akan memimpin Indonesia di 2014.

“Ada gap ekonomi, siapa pun yang memerintah harus mengentaskan masyarakat dari ketidakadilan,” kata JK.

Kedua adalah keadilan hukum. Menurut JK, indikator keadilan ini adalah pelaksanaan hukum yang adil. Artinya, rakyat percaya pada hukum karena semua diperlakukan sama di mata hukum.

“Masyarakat percaya (pada hukum), karena diperlakukan sama di mata hukum,” ungkap JK.

Dua jenis keadilan selanjutnya adalah keadilan sosial dan politik. Keadilan sosial, kata JK, akan tercipta bila negara bisa memperlakukan setiap golongan secara sama. Sementara keadilan politik akan tercapai jika semua orang berkesempatan yang sama untuk berpolitik.

JK juga menegaskan bahwa keadilan itu hak asasi manusia. Karena itu, pemerintah harus memperhatikan betul keadilan di tengah-tengah masyarakat bila benar-benar ingin maju negara ini.

Ia memberikan ilustrasi bahwa dulu 2008, ketika Jakarta banjir besar, banyak masyarakat yang marah di Jakarta. Di daerah Manggarai banjir karena pintu air ditutup. Setelah didesak, pemerintahan Sutiyoso pun membuka pintu air. Imbasnya, Menteng dan Istana pun kebanjiran.

“Setelah dibuka (pintu airnya), Menteng pun banjir. Banjir tetap banjir tapi rakyat senang. Sebab istana juga banjir,” grrr hadirin yang datang pun menyambut cerita singkat JK ini.

JK mengatakan bahwa prinsip keadilan itu mudah. Keadilan itu, kata JK, adalah ketika negara dalam keadaan sulit, tak ada yang bersenang-senang, dan ketika negara bertumbuh, masyarakat pun juga ikut menikmati.

“Jadi waktu itu saya bilang ke Presiden, sampaikan saja kalau istana kebanjiran. Dan benar, rakyat senang. Jadi keadilan itu mudah: senang bersama, susah bersama,” pungkas JK bersambut tepuk tangan hadirin.

Hadir pula dalam acara tersebut Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri dan Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jendral Purn Try Sutrisno. Megawati banyak berbicara tentang ketidakadilan hukum yang pernah ia alami terutama sebagai pimpinan partai. Sementara, Tri Sutrisno berbicara tentang pentingnya meninjau hasil-hasil amandermen UUD dan juga pentingnya kembali kepada sistem presidensial yang berpaham Pancasila dan UUD 45.

Sumber: jusufkalla.info

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − six =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.